Pemerintah Desa Karangjati Gelar Sampling Jumantik di Dusun Sukorejo Bersama Puskesmas Pandaan

Pemerintah Desa Karangjati Gelar Sampling Jumantik di Dusun Sukorejo Bersama Puskesmas Pandaan

Karangjati, Pandaan – Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan oleh Pemerintah Desa Karangjati melalui kegiatan sampling Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang dilaksanakan di Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bidan Desa Karangjati, H. Tutik Suryani, S.Keb., Amd.Keb., bersama petugas dari Puskesmas Pandaan, Merina Eka Lusiana, Amd.Kep.. Tim melakukan pemeriksaan langsung ke rumah-rumah warga untuk memantau keberadaan jentik nyamuk pada tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember, talang air, serta wadah lainnya yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

Kegiatan sampling ini bertujuan untuk mengetahui angka bebas jentik (ABJ) sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga mengingatkan warga untuk rutin melaksanakan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.

Dalam pelaksanaannya, warga Dusun Sukorejo menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan akses kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan di lingkungan rumah masing-masing. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingnya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Bidan Desa Karangjati, H. Tutik Suryani, S.Keb., Amd.Keb., menyampaikan bahwa kegiatan sampling Jumantik ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menekan potensi penyebaran DBD, khususnya di musim penghujan.

“Kegiatan sampling Jumantik ini kami lakukan secara berkala sebagai bentuk deteksi dini dan langkah pencegahan. Kami berharap masyarakat Dusun Sukorejo dan seluruh warga Desa Karangjati semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, karena pencegahan DBD tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dengan kerja sama semua pihak,” ujar H. Tutik Suryani.

Sementara itu, Merina Eka Lusiana, Amd.Kep. dari Puskesmas Pandaan menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan program pemberantasan sarang nyamuk.

“Kami mengapresiasi partisipasi warga yang kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat semakin rutin melakukan pengecekan mandiri di rumah masing-masing, sehingga angka bebas jentik di Dusun Sukorejo dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan sampling Jumantik ini, Pemerintah Desa Karangjati berharap dapat menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan terbebas dari ancaman penyakit DBD, demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *